Panduan List Building: Membangun dan Mengembangkan Email List

0

Tidak membangun email list merupakan sebuah kesalahan besar karena berarti anda membiarkan lubang besar menganga di website anda.

Bagi seorang blogger, pebisnis online, maupun content marketer, memiliki email list sangat penting. Jauh lebih penting daripada follower dan like di social media

Panduan ini akan menjelaskan bagaimana teknik list building yang benar, silahkan lanjutkan membaca.
Mengapa saya bilang seperti lubang?

Begini.

Ketika anda sudah mendapatkan pengunjung dari mesin pencari atau social media, kalau anda tidak “menangkap” email mereka maka mereka akan pergi dan segera lupa dengan anda.

Email marketing bisa menjadi solusinya.

Dibandingkan dengan follower di social media, email memiliki keuntungan yang lebih besar.

Berikut beberapa di antaranya:

Pengguna email jarang mengganti email
Pengguna email selalu membuka email secara rutin
Tidak ter-filter oleh algoritma (Facebook)
Tidak tertutupi oleh update dari orang lain (Facebook & Twitter)
Memberikan ROI dan tingkat konversi tertinggi
email roi

Berdasarkan analisa yang dilakukan oleh HelpScout, email memberikan ROI lebih dari 2x lipat dibandingkan dengan iklan.

Email juga memberikan konversi terbesar apabila dibandingkan dengan traffic dari search engine dan jejaring sosial.

Karena itulah online marketer profesional selalu membangun email list.

Untuk keuntungan lainnya, baca artikel pentingnya list building.

Mari kita mulai.

Daftar di salah satu email marketing tool

Kalau anda belum juga mendaftar di salah satu email marketing tool, segera daftar sekarang.

JetPack atau FeedBurner saja tidak cukup untuk membangun email list karena keduanya tidak mengijinkan kita untuk mengirim email manual tanpa RSS.

Berikut ini tiga dari sekian email marketing tool yang bagus untuk pemula.

AWeber (Bulan pertama $1)
GetResponse (Gratis bulan pertama)
MailChimp (Gratis 2000 email pertama)
MailChimp memang gratis untuk 2000 email pertama, tapi aturannya lebih ketat daripada yang lain. Kalau anda berniat mempromosikan produk afiliasi lewat email, jangan gunakan MailChimp.

Mendaftar & membuat list baru di MailChimp

Dalam panduan ini, saya akan mencontohkan cara mendaftar dan membuat list baru di MailChimp.

Kalau anda sudah memiliki akun di salah satu layanan email marketing, silahkan lewati bagian ini.

Pertama-tama silahkan menuju MailChimp dan klik tombol Sign Up.

Daftar Mailchimp

Masukkan data anda seperti biasa, ikuti aturan password yang ditentukan. Setelah itu buka email yang anda gunakan untuk mendaftar dan klik link konfirmasinya.

Mailchimp Toolbar

Klik “Lists” di navigation bar bagian atas, dan klik “Create List”.

Create List

List baru 1

Isikan sesuai yang diminta, beserta data kontak anda. Semua kolom kecuali nomor telepon wajib diisi.

List anda sudah selesai dibuat.

Kalau anda punya email list dari tempat lain seperti FeedBurner atau WordPress JetPack, anda bisa meng-import email tersebut ke list ini.

Membuat campaign untuk mengirimkan email

Kalau anda sudah memiliki email list, anda bisa segera mengirimkan email kepada mereka. Caranya yaitu dengan membuat campaign baru.

Mengirimkan email

Ada beberapa tipe campaign:

Regular: mengirimkan email standar kepada subscriber anda
Plain-Text: Sama seperti nomor 1 tapi tanpa hiasan & tracking
A/B Split: Membuat 2 versi email dengan judul yang berbeda untuk menguji judul mana yang terbaik
RSS-Driven: Mengirimkan email secara otomatis setiap kali ada konten barudi RSS website anda
Pilih salah satu, kemudian pilih list mana yang ingin anda kirimkan email. Setelah itu klik next.

Pada bagian Campaign Info, masukkan sesuai yang diminta. Klik next setelah selesai.

Campaign info

Kemudian anda akan memilih template layout, pilih yang sesuai dengan kebutuhan anda.

Tahap selanjutnya adalah menulis isi email.

Tulis isi email

Klik ikon pensil untuk mengedit isinya atau klik icon tong sampah untuk menghapus bagian tersebut.

Setelah selesai menulis email, klik next untuk memeriksa kembali semuanya. Terakhir, kirimkan email kalau semuanya sudah tepat.

Membangun email list

Kita sudah memiliki akun di layanan email marketing, sekarang saatnya membangun daftar email anda.

Caranya, yaitu dengan menyediakan formulir pendaftarannya di website anda.

Kalau anda sudah berkeliling-keliling di website ini, mungkin anda akan menyadari bahwa saya juga memasang beberapa formulir pendaftaran.

Panduan memasang opt-in form ini dibuat untuk anda yang menggunakan WordPress dengan memanfaatkan beberapa plugin.

Kalau anda bukan pengguna WordPress, silahkan lakukan secara manual atau serahkan kepada web developer anda.

Lokasi pemasangan opt-in

Lokasi menentukan prestasi, begitu kata pepatah.

Penempatan form yang berbeda-beda akan memberikan hasil yang sangat berbeda. Karena itu penting bagi anda untuk mengetahui beberapa lokasinya.

Tidak ada salahnya memasang di lebih dari satu lokasi, justru dianjurkan. Asal tidak mengganggu kenyamanan pembaca.

1. Opt-in form di sidebar

Lokasi pertama yang paling umum adalah sidebar blog.

Optin Sidebar

Sudah banyak sebenarnya blogger yang memasang opt-in di sidebarnya, tapi sebagian besar melakukan dengan cara yang salah karena hanya menggunakan kalimat standar “Berlangganan Newsletter”.

Karena terlalu umum, pengunjung blog terbiasa mengabaikan tulisan ini.

Opt-in form di sidebar harus berbeda dan menjelaskan manfaatnya bagi pendaftar.

Plugin WordPress untuk opt-in di sidebar:

MailChimp for WordPress (Gratis)
OptinMonster
Thrive Leads
Genesis eNews Extended (Gratis)
2. Opt-in form di bawah header (Feature box)

Feature box adalah optin form yang muncul tepat di bawah header anda dan di atas konten utama.

Posisi ini mampu menarik perhatian pembaca karena langsung terlihat ketika mereka baru mendarat di website anda.

Optin homepage

Opt-in form di homepage yang digabungkan dengan headline yang kuat akan memberikan conversion rate yang lebih tinggi dibandingkan sidebar.

Plugin WordPress untuk opt-in di homepage:

Plugmatter Optin Feature Box
3. Popup

Adalah layar atau jendela yang muncul di halaman website. Anda bisa memunculkan layar popup yang berisi opt-in di website anda.

Optin popup

Walaupun dianggap mengganggu pengguna, kalau dilakukan dengan tepat popup bisa memberikan tingkat konversi yang sangat tinggi.

Popup yang baik biasanya muncul setelah beberapa detik dan tidak muncul lagi dalam beberapa hari kalau pengunjung menutup tanpa mendaftar.

Kesalahan utama pengguna teknik ini yaitu berulang kali memunculkan popupnya di setiap halaman walaupun sudah ditutup oleh pengunjung.

Plugin WordPress untuk popup:

SumoMe List Builder (Gratis)
OptinMonster
Thrive Leads
Ninja Popups
MailMunch (Gratis)
4. Exit intent popup

Exit intent popup merupakan jenis popup yang muncul sesaat sebelum pengunjung keluar dari website. Biasanya muncul saat mouse diarahkan ke atas (bagian tab) browser.

Tipe popup ini lebih tidak mengganggu pembaca karena hanya muncul ketika pembaca sudah selesai dengan urusannya, tetapi juga mampu memberikan tingkat konversi yang besar.

Kalau anda sudah menggunakan popup biasa, jangan menggunakan exit intent.

Semua plugin yang saya rekomendasikan pada bagian popup standar juga memiliki fitur exit intent.

5. Di tengah artikel

Opt-in form bisa ditaruh di tengah artikel supaya terkesan menyatu dengan konten. Pemasangan form ini sebaiknya tidak di semua artikel tetapi secara manual di artikel-artikel terbaik di website anda.

Plugin WordPress untuk opt-in di tengah artikel:

Optin Forms (Gratis)
OptinMonster
Thrive Leads
MailChimp for WordPress (Gratis)
MailMunch (Gratis)
6. Di akhir artikel

Secara logika, pengunjung yang membaca artikel anda dari awal hingga akhir berarti tertarik dengan konten anda. Sehingga kemungkinan mereka untuk mendaftarkan emailnya lebih tinggi daripada orang lain.

Optin bawah artikel

Plugin WordPress untuk opt-in di akhir artikel:

Optin Forms (Gratis)
OptinMonster
Thrive Leads
MailMunch (Gratis)
7. Kolom komentar

Kalau pengunjung ingin berkomentar, berarti dia ingin berdiskusi dan mengenal lebih dekat si pemilik blog. Tempat ini sangat efektif karena untuk berkomentar biasanya pembaca sudah memasukkan email, kita tinggal menyediakan checkbox.

Optin form komentar

Plugin WordPress untuk opt-in di komentar:

MailChimp for WordPress (Gratis)
8. Panel horizontal di paling atas

Sisi teratas website adalah sisi yang paling menarik perhatian. Anda bisa memasang panel horizontal di bagian teratas website yang ikut turun ketika pengunjung men-scroll halaman.

Optin top bar

Plugin WordPress untuk opt-in di bagian atas halaman:

HelloBar (Gratis)
SumoMe SmartBar (Gratis)
9. Optin yang muncul setelah scroll

Tipe optin form berikut ini muncul setelah pengunjung melakukan scroll halaman sampai di titik tertentu.

Jenis ini memiliki tingkat konversi yang lebih tinggi daripada sidebar biasa dan tidak mengganggu kenyamanan pembaca.

Optin scroll panel

Plugin WordPress untuk opt-in di bagian atas halaman:

OptinMonster
Thrive Leads
Ninja Popups
SumoMe Scroll Box (Gratis)
10. Kontes berhadiah

Kingsumo Giveaway

Mengadakan kontes berhadiah bisa membuat anda mendapatkan banyak email sekaligus. Seperti yang dilakukan oleh Pat Flynn dari Smart Passive Income yang berhasil mendapatkan 200 ribu(!) email dengan kontes berhadiah memanfaatkan plugin KingSumo Giveaway.

Meningkatkan conversion rate pendaftaran

Setelah memasang opt-in form di website anda, ada berbagai cara yang dapat anda gunakan untuk meningkatkan rasio pendaftaran email dari pengunjung.

Inilah beberapa tips untuk meningkatkan conversion rate dari opt-in.

1. Judul opt-in sangat menentukan

Seperti yang saya jelaskan tadi, kalau judul opt-in anda hanya berupa “langganan newsletter” tingkat konversinya akan sangat rendah.

Pada bagian judul anda harus dapat menarik perhatian pengunjung dalam kurang dari 8 detik.

Caranya, jelaskan manfaat apa yang akan mereka dapatkan setelah mendaftar.

Bandingkan 2 judul berikut ini:

Berlangganan di [nama website] Dapatkan tips untuk menurunkan berat badan hingga 17kg dalam 3 bulan.
Judul kedua akan mendapatkan tingkat konversi yang jauh melebihi judul pertama.

2. Berikan gratisan setelah mendaftar

Memberikan gratisan untuk pendaftar, atau istilahnya lead magnet, mampu meningkatkan conversion rate hingga berkali-kali lipat.

Contoh gratisan yang paling umum misalnya eBook, seperti yang dilakukan oleh Blogodolar dan StartupBisnis.

Bonus ebook

Bonus pendaftaran yang anda berikan sebaiknya sesuai dengan topik utama website anda. Misalnya website bertema fitness, berikan eBook pola latihan dan pola makan.

Selain eBook, anda juga bisa memberikan bonus lain misalnya video, template, atau kursus gratis dalam bentuk email serial.

Dengan teknik ini, pemilik toko online bisa mendapatkan banyak subscriber dengan memberikan kupon diskon eksklusif.

3. Konten tambahan (content upgrade)

Konten tambahan atau content upgrade mirip dengan teknik gratisan di atas. Tetapi bonus yang kita berikan spesifik untuk 1 konten.

Sebagai contoh, seperti yang saya lakukan di beberapa konten di situs Panduan IM.

Konten tambahan

Karena konten tambahan berbeda-beda untuk tiap konten, akan dibutuhkan usaha lebih dibandingkan bonus yang umum. Tetapi conversion rate yang anda dapatkan dari teknik ini lebih tinggi.

Untuk memberikan konten tambahan kepada subscriber anda, ada beberapa plugin yang bisa anda gunakan:

OptinMonster
Thrive Leads
Content Upgrades Pro (Gratis)
LeadPages (bukan plugin)
4. Lakukan A/B test

A/B test atau split test adalah menguji 2 hal yang berbeda dalam kondisi yang sama untuk mendapatkan performa terbaik.

Misalnya anda memunculkan popup dengan 2 judul yang berbeda. Dari statistik pada akhirnya akan didapatkan judul mana yang memberikan conversion rate tertinggi.

Beberapa hal yang bisa anda coba dalam pengujian yaitu:

Judul
Subjudul
Gambar
Teks
Desain
Teks pada tombol
Lokasi
Bonus
Beberapa plugin premium seperti OptinMonster dan SumoMe (versi Pro) memiliki fitur A/B test bawaan, sehingga prosesnya jadi sangat mudah.

A/B test memang tidak wajib kalau anda tidak peduli dengan efektivitas.

Tetapi bagi anda yang menggunakan traffic berbayar (iklan), tentunya anda ingin supaya mendapatkan tingkat konversi maksimum.

Share.

About Author

Leave A Reply